Jumat, 29 Maret 2013

bentuk - bentuk utama dalam terapi


A. Terapi supportive
Suatu terapi yang tidak merawat atau memperbaiki kondisi yang mendasarinya, melainkan meningkatkan kenyamanan pasien.
     Penyembuhan Supportif (Supportive Therapy)
          Merupakan perawatan dalam psikoterapi yang mempunyai tujuan untuk :
-   Memperkuat benteng pertahanan (harga diri atau kepribadian)
-   Memperluas mekanisme pengarahan dan pengendalian emosi atau kepribadian
-  Pengembalian pada penyesuaian diri yang seimbang.
B.   Penyembuhan Reedukatif (Reeducative Therapy)
          Suatu metode pnyembuhan yang mempunyai bertujuan untuk mengusahakan penyesuaian kembali, perubahan atau modifikasi sasaran/tujuan hidup, dan untuk menghidupkan kembali potensi. Adapun metode yang dapat digunakan antara lain :
-   Penyembuhan sikap (attitude therapy)
-    Wawancara (interview psychtherapy)
-    Penyembuhan terarah (directive therapy)
-    Psikodrama
-   Dan lain-lain.
C.     Penyembuhan Rekonstruktif (Reconstructive Therapy)
          Penyembuhan rekonstruktif mempunyai tujuan untuk menimbulkan pemahaman terhadap konflik yang tidak disadari agar terjadi perubahan struktur karakter dan untuk perluasan pertunbuhan kepribadian dengan mengembangkan potensi. Metode dan teknik pendekatannya antara lain :
-   Psikoanalisis
-    Pendekatan transaksional (transactional therapy)
-    Penyembuhan analitik berkelompok

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Psikoterapi

perbedaan antara konseling dengan psikoterapi


Beberapa ahli melihat perbedaan konseling dan psikoterapi di lihat dari aspek yang berada di dalamnya :
1.      Dilihat dari pendekatan pemberian bantuan
Menurut Hansen
-          Konseling : pemberian dorongan (supportive), pemberian pemahaman secara reedukatif (insight reedukative)
-          Psikoterapi : pemberian pemahaman secara rekonstruksi (insight reconstructive)

2.      Dilihat dari intensitas masalah
Menurut Hansen
-          Konseling : peran dalam kehidupan
-          Psikoterapi : konflik interpersonal yang mendalam


Menurut  Schneiders
-          Konseling : problem ringan seperti ketidakmatangan, ketidakstabilan emosional
-          Psikoterapi : problem berat seperti konflik yang serius, gangguan perasaan
Menurut Vance dan Volsky
-          Konseling : individu normal
-          Psikoterapi : individu kurang normal
Menurut Nugent
-          Konseling : kecemasan normal dan krisis situasional dalam sehari-hari
-          Psikoterapi : orang mengalami tekanan emosional kronis

3.      Dilihat dari cara penanganan

Menurut Nelson – Jones
-          Konseling : lebih berorieantasi pada klien, mementingkan hubungan dengan pendekatan humanistik
-          Psikoterapi : berorientasi pada terapi, menggunakan teknik yang spesifik dengan psikoanalisis / behavioristik dan penanganan medis
Menurut Black
-          Konseling : psikolog
-          Psikoterapi : psikiater

pengertian psikoterapi


Psikoterapi adalah suatu interaksi sistematis antara klien dan terapis yang menggunakan prinsip-psinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku, pikiran dan perasaan klien supaya membantu klien mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu.
Ciri-ciri dari definisi psikoterapi :
Interaksi Sistematis
Psikoterapi adalah suatu proses yang menggunakan suatu interaksi antara kline dan terapis. Kata sistematis di sini berarti terapis menyusun interaksi-interaksi dengan suatu rencana dan tujuan khusus yang menggambarkan segi pandangan teoritis terapis.
Prinsip-prinsip Psikologis
Psikoterapis menggunakan prinsip-prinsip penelitian, dan teori-teori psikologis serta menyusun interaksi teraupetik.
Tingkah Laku, Pikiran dan Perasaan
Psikoterapi memusatkan perhatian untuk membantu pasien mengadakan perubahan-perubahan behavioral, kognitif dan emosional serta membantunya supaya menjalani kehidupan yang lebih penuh perasaan. Psikoterapi mungkin diarahkan pada salah satu atau semua ciri dari fungsi psikologis ini.
Tingkah Laku Abnormal, Memecahkan Masalah, dan Pertumbuhan Pribadi
Sekurang-kurangnya ada tiga kelompok klien yang dibantu oleh psikoterapi. Kelompok pertama adalah orang-orang yang mengalami masalah-masalah tingkah laku yang abnormal, seperti gangguan suasana hati, gangguan penyesuaian diri, gangguan kecemasan atau skizofrenia. Untuk beberapa gangguan ini, terutama gangguan bipolar dan skizofrenia, terapi biologis umumnya memegang peranan utama dalam perawatan. Meskipun demikian, selain perawatan biologis, psikoterapi membantu pasien belajar tentang dirinya sendiri dan memperoleh keterampilan-keterampilan yang akan memudahkannya menanggulangi tantangan hidup dengan lebih baik. Kelompok kedua adalah orang-orang yang meminta bantuan untuk menangani hubungan-hubungan yang bermasalah atau menangani masalah-masalah pribadi yang tidak cukup berat dianggap abnormal, seperti perasaan malu atau bingung mengenai pilihan-pilihan karir. Kelompok ketiga  adalah orang-orang yang mencari psikoterapi karena psikoterapi dianggap sebagai sarana untuk memperoleh petumbuhan pribadi. Bagi mereka, psikoterapi adalah sarana untuk penemuan diri dan peningkatan kesadaran yang akan membantu mereka untuk mencapai potensi yang penuh sebagai manusia.
Psikoterapi juga memiliki ciri-ciri yang lain. Psikoterapi membutuhkan interaksi-interaksi verbal. Bagaimanapun juga, psikoterapi adalah “terapi-terapi bicara”--- bentuk-bentuk interaksi antara klien yang melibatkan pembicaraan. Dalam interaksi-interaksi itu, terapis yang terampil adalah seorang pendengar yang penuh perhatian. Mendengar dengan penuh perhatian adalah suatu kegiatan yang aktif bukan pasif. Terapis mendengar dengan teliti apa yang dialami dan diusahakan oleh pasien untuk disampaikan oleh psikoterapis. Psikoterapi-psikoterapi juga melibatkan komunikasi-komunikasi nonverbal. Seorang terapis yang terampil, seperti orang pewawancara yang terampil, seharusnya peka terhadap isyarat-isyarat nonverbal dari pasien dan peka terhadap gerak isyarat yang mungkin menunjukkan perasaan-perasaan atau konflik-konflik yang mendasar. Terapis juga harus menyampaikan empati melalui kata-kata dan juga gerak isyarat nonverbal, seperti mengadakan kontak mata dan bersandar kedepan (kursi) untuk menunjukkan perhatian terhadap apa yang dikatakan klien.